Minggu, 23 Desember 2012

ORGAN HATI


HATI
            Hati merupakan kelenjar terbesar didalam tubuh, warrnanya coklat dan beratnya kurang lebih 1,5 kg, yang terletak di rongga abdormen dan sebelah kanan bawah diafragma. Secara luas, hati dilindungi oleh rongga iga.
Anatomi Hati
            Hati terbagi dalam dua lobus (bagian utama), dimana lobus kanan (hepatic dextra lobe) berukuran lebih besar dari lobus kiri (hepatic sinistra lobe). Dua lobus tersebut dibagi lagi menjadi empat lobus, yaitu lobus kanan (dextra lobe), lobus kiri (sinistra lobe), lobus kaudatus (caudate lobe), dan lobus kuadratus (quadrate lobe).
            Permukaan hati pada bagian atas berbentuk cembung dan terletak dibagian bawah diafragma; permukaan bagian bawah tidak rata dan memperlihatkan lekukan (fisura transverses). Permukaannya dilintasi oleh berbagai pembuluh darah yang masuk dan keluar hati. Fisura longitudinal memisahkan bagian kanan dan kiri di permukaan bawah, sedangkan ligamen falsiformis (falciform ligament) memisahkan permukaan atas hati.
            Setiap lobus terdiri atas lobulus. Lobulus berbentuk polyheadral (segi banyak) dan terdiri atas sel-sel hati berbentuk kubus yang disebut hepatosit (hepatocytes), serta cabang-cabang pembuluh darah yang diikat bersama jaringan konektif hati. Peredaran darah hati ada dua macam, yaitu yang memperdarahi hati (arteri hepatika-hepatic artery) dan yang keluar dari hati (vena hepatika-hepatic vein).
Pembuluh Darah pada Hati
            Hati mempunyai dua jenis peredaran darah yaitu arteri hepatika dan vena porta.
Arteri hepatika. Keluar dari aorta dan memberi 1/5 darah pada hati, darah ini mempunyai kejenuhan 95-100% masuk ke hati akan membentuk jaringan kapiler vena, akhirnya keluar sebagai vena hepatika.
            Vena porta. Yang terbentuk dari lienalis dan vena mesentrika superior menghantarkan 4/5 darahnya ke hati, darah ini mempunyai kejenuhan 70%, sebab beberapa O2 telah diambil oleh limfe dan usus, guna darah ini membawa zat makanan ke hati yang telah diabsorbsi oleh moluska dan usus halus. Besarnya kira-kira berdiameter 1 mm. Yang satu dengan yang lain terpisah oleh jaringan ikat yang membuat cabang pembuluh darah ke hati, cabang vena porta arteri hepatika dan saluran empedu dibungkus bersama oleh sebuah balutan dan membentuk saluran porta.
            Darah berasal dari vena porta bersentuhan erat dengan sel hati dan setiap lobulus disaluri oleh sebuah pembuluh sunisoid darah atau kapiler hepatika. Pembuluh darah berjalan di antara lobulus hati disebu vena interlobuler.
            Dari sisi cabang-cabang kapiler masuk kedalam bahan lobulus yaitu vena lobuler. Pembuluh darah ini menggalirkan darah dalam vena lain yang disebut vena sublobuler, yang satu sama yang lain membentuk vena hepatika dan langsung masuk ke daam vena kava inferior.
Pembuluh Limfe Hati
            Hati mengahasilkan sekitar sepertiga sampai separuh cairan limfe dalam porta hepatika. Pembuluh limfe meninggalkan hati dan masuk ke sejumlah kelenjar limfe dalam porta hepatika. Pembuluh eferen berjalan ke nodus limfatik seliak (coeliac lymph node). Beberapa pembuluh berjalan ke nodus limfatik seliak. Beberapa pembuluh berjalan dari area nodus hati melalui diafragma menuju ke nodus limfatik mediastinalis posterior.
Fungsi Hati
            Hatin sangat penting bagi kehidupan. Hati merupakan pabrik kimia dalam tubuh dan mempunyai banyak fungsi. Untuk membahasnya akan dibagi-bagi dalam judul:
  1. Darah
            Hati memainkan peranan penting dalam pembentukan dan penghancuran sel darah merah. Pada fetus hati merupakan tempat pembentukan sel darah merah. Hati menyimpan B12 yang bila diperlukan yang dapat dipakai oleh sumsum tulang untuk pematangan sel darah merah.
            Hati mengambil bilirubin hasil perombakan sel darah merah dari darah dan mengekskresikannya melalui duktus biliaris ke dalam deodenum. Kalau jalur ekskresi ini mengalami gangguan, bilirubin akan tertimbun dalam darah dan timbullah warna kekuningan atau ikterus.
            Hati merupakan protein plasma, terutama fraksi albumin. Hati juga membentuk faktor-faktor pembekuan yaitu protrombin dan fibrinogen.
  1. Makanan

a.            Karbohdrat. Hati memegang peranan penting dalam mempertahankan kadar glukosa darah. Peranannya ialah mengubah karbohidrat yang berlebihan menjadi glikogen hati, dan selain itu juga membentuk glikogen dari protein dan lemak yang berlebihan. Glikogen hati ini dipakai untuk mempertahankan kadar glukosa darah yang normal bila glukosa telah terpakai. Kegagalan fungsi hati akan menyebabkan penurunan kadar glukosa darah yang dapat berakibat kematian (hipoglikemia).
     Hati mengubah galaktosa yang merupakan turunan dari laktosa dalam susu menjadi galaktosa. Kelenjar memmae mempunyai proses yang sebaliknya, mengubah glukosa menjadi galaktosa untuk keperluan pembentukan laktosa.
b.           Protein. Hati membentuk urea dari amonia yang merupakan hasil dari deaminasi asam amino yang berlebihan. Hal ini memungkinkan bagian karbon dan hidrogen sari asam amino dipakai untuk pembentukan panas dan energi. Urea dibuang oleh ginjal melalui urine. Pada kegagalan fungsi hati kadar urea darah turun, tetapi kadar amonia darah meningkat.
c.            Lemak. Garam-garam empedu yang dihasilkan hati bersama-sama lipase pankreas berperan penting dalam pencernaan dan absorbsi lemak. Hepar membentuk benda-benda keton kalau metabolisme lemak terjadi tanpa metabolisme karbohidrat yang cukup. Hati juga berfungsi vitamin yang larut dalam lemak (A dan D).
  1. Zat-zat Asing
            Hati berperan penting dalam memodifikasi obat-obatan sehingga obat-obat itu dapat diekskresikan oleh ginjal. Beberapa zat, misalnya barbiturat yang masa kerjanya pendek, dihancurkan total oleh hati, sedangkan zat yang lain dibuat agar menjadi lebih mudah larut dengan cara konjugasi. Zat-zay bisa disenyawakan dengan glisin, asam glukuronat (turunan dari glukosa), asam sulfat, atau asam asetat.Pada penyakit hati, masa kerja obat tidur dapat menjadi panjang bila proses ‘detoksilasi’ ini terganggu.
            Alkohol (etil alkohol atau etanol) hanya mengalami metabolisme di hati. Kecepatan panghancuran hanya terbatas hanya 10 mL per jam. Mula-mula alkohol dioksidasi menjadi asetaldehid dan kemudian menjadi asetil KoA yang masuk ke dalam Siklus Kreb (Siklus asam Sitrat) untuk diubah menjadi CO2, H2O, panas, dan energi (7 kalori atau 29 kJ per gram). Nampaknya alkohol dipakai oleh hati sebagai pengganti lemak untuk menghasilkan panas dan energi. Sebagai akibat dari masukan alkohol dalam jumlah besar akan menyebabkan lemak yang tidak terpakai akan tertimbun dalam hati sehingga menimbukan perlemakan hati. Keadaan ini diduga merupakan salah satu tanda dini dari kerusakan hati. Kerusakan hati ini akan berlanjut menjadi sirosis hati pada alkoholisme kronik.
            Baik alkohol maupun asetaldehid mempunyai mempunyai efek toksik terhadap sel hati. Keduanya mempengaruhi kemampuan hati dalam menginaktifkan obat-obat. Disamping itu, keduanya juga meningkatkan kerja beberapa otot, terutama obat depresi susunan saraf pusat. Sehingga kombinasi alkohol dan hipnotika dapat menimbulkan bahaya.

Fungsi Hati yang lain antara lain sebagai berikut:
  1. Mengubah zat buangan dan bahan racun untuk di ekskresikan dalam empedu dan urine.
  2. Pembentukan ureum, hati menerima asam amino di ubah menjadi ureu dikeluarkan dari darah oleh ginjal dalam bentuk urine.
  3. Pertahanan suhu tubuh, sebab luasnya organ ini dan banyaknya kegiatan metabolisme yang berlangsung mengakibatkan darah banyak mengalir melalui organ ini sehingga menaikkan suhu tubuh.
  4. Memproduksi hemoglobin yang merupakan bahan dasar dari empedu.
  5. Fungsi pengaturan hematologi:
a.       Menyimpan hematin yang diperlukan untuk penyempurnaan sel darah merah baru.
b.      Pembentukan sel darah merah pada masa hidup janin.
c.       Tempat absorbsi dan daur ulang hormon-hormon.
d.      Mengarbsorbsi dan memecahkan antibodi menghasilkan protein untuk dipakai kembali.
e.       Detoksifikasi.
Daftar Pustaka
Batticaca, Fransisca B.2009.Asuhan Keperawatan pada Klien dengan Gangguan Sistem Metabolisme.Jakarta:Salemba Medika.

Pearce, Evelyn C.1992.Anatomi dan Fisiologis untuk Paramedis.Jakarta:Grahamedia.

Syaifuddin.1992.Anatomi Fisiologi untuk Siswa Perawat.Terjemahan oleh Yasmin Asih.1995.Jakarta:EGC.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar